Twatter

The Anti-Social Network

Title: FF : A Beautiful Valentine Tears
Author: Maulida KimKeyong
Cast: kim kibum, (key shinee), Kim Hye Jin, (You),
Other cast: Soo Yun (Fiksi) and other member SHINee
Type: Three shoot
Genre: romance, friendship, Family
Rating: General

Hehehehe ini FF mendahului malam valentine sih, tapi gpplah. hehehe mianhae yang aku tag. tapi kalian kalau merasa suka m FF koment dan bilang kalau minta di tag next part selanjutnya. tapi kalau nggak jangan koment hehehe.. InI FF
Asal2an jadi maaf lo nggak sempurna
===============================
PART SEBELUMNYA
“Jankaman, baiklah aku setuju, jam 11 malam di taman kota oke.”.
“Oke aku tunggu”. Jawab Namja itu singkat dan menutup telfonnya.
Hye Jin akhirnya bisa bernafas lega karena. Terimakasih Tuhan kau mengembalikan buku berharaga itu lewat perantara Namja ini. Diwaktu yang sama dan di tempat yang berbeda. Key menutup Ponselnya tersenyum bahagia. Suara Gadis itu sangatlah Lembut dan Indah seindah senyumnya. Key merasa dirinya sangat aneh, semenjak dia melihat gadis itu di radio, Raut wajahnya dan senyumanya selalu terekam jelas di otaknya. Key membuka kembali lembaran-lembaran buku gambar yang penuh dengan lukisan wajahnya. Dia tidak menyangka kalau ada fans yang begitu mengaguminya seperti ini, padahal menurut Key dia itu sama sekali tidak sempurna bahkan memiliki banyak kekurangan. Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu denganmu Kim Hye Jin. Katanya dalam hati.
**********
Pukul sebelas malam Hye Jin sudah berada di taman kota. Di duduk sendirian di sudut taman yang sudah sepi oleh pengunjung. Perasaan takut menyelimuti dirinya, dia takut kalau Namja itu akan berbuat macam-macam Kepadanya. Pikiran Hye Jin benar-benar tidak bisa dikendalikan untuk memikirkan hal-hal buruk. Maka dari itu sebelum berangkat Hye Jin sudah mengantisipasi semuanya, dia membawa alat setrum yang berbentuk persegi panjang. Kalau namja itu macam-macam dia tinggal menaruh alat ini ke lehernya. Hye Jin merenung, Mungkin dia adalah gadis bodoh sedunia karena dia bersedia menemui seorang namja yang sama sekali belum dikenalnya hanya demi sebuah buku gambar tidak penting yang penuh dengan coretan-coretan tangannya. Sejenak lamunannya buyar ketika dari kejauhan dia melihat seorang pria yang mengenakan sebuah topi, Kaos hijau da jaket hitam menuju ke arahnya. Hatinya was-was, takut kalau sebentar lagi kejadian buruk dalam pikirannya akan segera terjadi. Dia berdiri dari tempat duduknya dan memberikan salam kepada pria itu.
“Annyonghaseo…..”. Hye Jin membungkukan badannya. Pria itu tidak membalas sapaannya dan langsung beringsut duduk di kursi taman yang panjang itu. Mau tidak mau Hye Jin kembali dari duduknya.
“Kau yang bernama Kim Hye Jin???” Tanyanya ramah.
“Oh…Ne aku Kim Hye Jin”. Pria itu membuka tasnya dan mengambil buku gambar miliknya “Ini bukumu “. Namja itu menyodorkan buku gambar itu kepada pemiliknya.
“Kamsahamnida…”. Hye Jin tanpa ragu mengambil buku gambarnya dari tangan namja itu. Hye Jin membuka-buka buku gambarnya dan mengecek apakah semua gambarnya lengkap. Ternyata semua masih sama tidak ada perubahan sedikitpun.
Key memperhatikan gadis yang duduk disebelahnya sekarang. Dia lebih manis kalau melihatnya dengan jarak sedekat ini. Senyumnya lebih indah daripada senyum yang aku lihat kemarin malam. Namun sayang wajahnya sedikit agak pucat. Apa dia sekarang ada masalah??? Atau Dia kurang makan??? Aish…kenapa aku memikirkah hal yang tidak penting seperti ini. Batinnya. Hye Jin sama sekali tidak menyadari kalau namja yang ada disampingnya itu dari tadi memandangnya dan yang lebih penting dia tidak tahu kalau namja itu adalah Key. Idolanya selama dua tahun ini.
“Kau suka sekali melukis ya??”. Tanya Key.
“Ne…aku suka melukis sejak dari kecil”. Jawab Hye Jin singkat.
“Oh,,,Lalu, aku lihat semua objek lukisanmu adalah seorang priai. Biasanya kebanyakan seorang pelukis, suka melukis pemandangan atau membuat lukisan abstrak, kenapa kau memilih menjadikan lelaki itu sebagai objekmu?? Apa dia begitu penting buatmu??sepertinya dia seorang penyanyi kan??”. Key memberikan pertanyaan membuat Hye Jin sedikit terkejut.
‘Ne..Dia adalah Key salah satu member SHINee!! Dia adalah semangat buatku. Dengan melihat cara dia tertawa, cara dia bernyanyi, cara dia membuat lelucon aku yang tadinya sedih kembali bahagia lagi. Mungkin banyak orang yang memandangku berlebihan dalam mengidolakan seseorang, tapi nyatanya memang itu yang aku alami dan aku tidak mau memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentangku”. Jelas Hye Jin panjang lebar.
“Oh…kalau begitu aku ingin mulai besok kau membuat lukisanku dalam bentuk yang besar. Karena aku lihat lukisanmu sangatlah bagus dan kebetulan aku juga tidak punya lukisan diriku di rumah”.
“Heh…!!! Apa kau serius??? Han JunSu kau bercanda kan”. Hye Jin merasa orang ini sedikit aneh. Main suruh untuk melukis dirinya gitu aja. Hye Jin melihat namja itu hanya tersenyum dan perlahan membuka topinya. Hye Jin menelan ludah, matanya terpaku dengan apa yang dilihatnya, Lidahnya kelu tidak bisa mengatakan apa-apa ketika dia melihat wajah Namja yang tepat berada di depannya sekarang. Benarkah apa yang dia lihat???Benarkah dia Key…wajahnnya mirip sekali.
“ Maaf aku membohongimu, namaku bukan Han Junsu tapi Kim Kibum atau Key.Saat pulang dari sukira radio Kemarin, aku tidak sengaja melihatmu meninggalkan ini di halte jadi aku berniat untuk mengambilnya dan kemudian mengembalikannya padamu”. Key tersenyum manis “Aku tidak menyangka kau begitu mengangumiku seperti itu. Kau rela malam-malam menemui namja yang nggak kau kenal hanya demi buku gambar yang melukiskan diriku. Gomawo…Kim Hye Jin”. Key lagi-lagi tersenyum lembut padanya.
“Be…Benarkah kau itu Key??? Tanya sedikit gagap.
“Apa kau tidak percaya padaku?? Aigoo…baiklah aku akan bernyayi dengarkan suaraku. Nanti kau pasti akan percaya kalau aku benar-benar Key. Ehm…Ehm…”. Key berdehem siap-siap untuk bernyanyi. “Sarangi eoridago mot hal geora…Saenggakhaji malayo…Nareul deo neutgi Jeonae…Nado keugi jeonae Japajul su itjyo…”.
“Hentikan, iya aku percaya kalau kau adalah Key”. Air mata jatuh dari pelupuk matanya. Akhirnya..akhirnya dia bisa bertemu dengan Key, walaupun tanpa persiapan apapun dan sedikit memalukan seperti ini. Tapi dia benar-benar bahagia, semua impiannya tercapai. Key terkejut, melihat gadis di depannya menangis dan terus memandangnya. Dia memberanikan diri untuk mengusap air mata Hye Jin dengan tangannya. Perlahan Key agak mendekatkan tubuhnya ke Hye Jin, Kemudian memeluknya erat. Dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang di lakukannya yang jelas saat melihatnya menangis seperti ini, hatinya ingin sekali memeluknya dan menenangkannya.
“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Key”. Hye Jin menangis tersedu-sedu sampai membuat dadanya sesak. Dia benar-benar mengucapkan banyak terima kasih atas anugrah yang tuhan berikan padanya. Dalam pelukan Key, dia bisa merasakan begitu hangat tubuhnya. Dingin yang dia rasakan tadi sudah hilang. “Gomawo kau sudah mau mengantarkan bukuku”.
“Sudahlah jangan menangis lagi, tersenyumlah. Aku yang seharusmya berterimaksaih karena tanpa adanya kau maupun para fansku yang lain, aku tidak akan menjadi seperti sekarang. Bukan hanya aku tapi juga SHINee”. Hye Jin merasakan Key mempererat pelukannya. Pikiran Hye Jin kembali menerawang, benarkah apa yang dia rasakan kalau Key semakin lama semakin mempererat pelukannya. “Jangan lupa, besok kita ketemu lagi disini dan jam yang sama. Aku ingin kau melukisku di kanvas bukan di sebuah buku gambar. Aku yang akan menyiapkan semuanya. Kau tinggal datang kesini”. Ucap Key panjang lebar.
“Ne…aku mengerti”. Senyum mengembang di antara keduanya dengan posisi yang masih berpelukan. Sekali lagi terimakasih Tuhan. Malam ini adalah malam terindah untukku.
********
Lima hari kemudian…..
Ini merupakan hari kelima Hye Jin melukis Key. Lukisan sudah 85 persen selesai mungkin besok sudah jadi. Selama lima hari itu banyak sekali kejadian-kejadian yang di alami mereka berdua. Hubungan Key dan Hye Jin juga sangat dekat. Key seringkali menghubungi Hye Jin dan mengajaknya jalan-jalan kalau dia punya waktu luang. Bahkan Key sangat mengkhawatirkan Hye Jin. Menurut Key wajah Hye Jin semakin lama semakin pucat dan terlihat sangat kurus. selama lima hari itu pula perasaan kagum Hye Jin terhadap Key idolanya berubah menjadi perasaan cinta. Dia tahu kalau seharusnya dia tidak boleh seperti ini, tapi bagaimana lagi cinta datangnyatiba-tiba. Namun sebisa mungkin Hye Jin menyimpan perasaan ini rapat-rapat, toh dia sadar kalau dia hanya gadis biasa dan tidak cantik jadi terlalu memalukan untuk Key kalau dia menjadi pacarnya. Sekarang Key duduk diam selama lebih dari lima belas menit tanpa bergerak sedikitpun karena dia menjadi obyek lukis Hye Jin. Namun itu semua tidak membuat Key merasa lelah, karena dengan cara ini dia bisa melihat gadis itu setiap hari, gadis yang membuat pikirannya di penuhi oleh bayang-bayang senyum manisnya. Niat sebenarnya Key adalah untuk bertemu dengan Hye Jin tiap hari makanya dia beralasan meminta Hye Jin untuk melukisnya. Ternyata menjadi objek hidup seorang pelukis itu sama sekali tidak mengenakkan. Tiba-tiba seekor lalat menempel di hidungnya dan Key merasakan sensasi geli yang luar biasa.
“Hye Jin-ah apa aku boleh mengusir lalat ini dari hidungku”. Katanya pelan.
“Anio…jangan bergerak sama sekali, apapun yang terjadi kau tidak boleh bergerak”. Perintah Hye Jin.
“Tapi hidungku gatal sekali’. Gerutu Key.
“Aigoo…Kau cerewet sekali”. Hye Jin berjalan mendekat kearah Key, mengusir lalat itu dari hidungnya.
Ternyata tak hanya lalat yang ada di hidungnya tapi sebuah kotoran yang membuat hidungnya berwarna Hitam. Hye Jin mengambil tisu dari saku bajunya dan membersihkan hidung Key. Wajah mereka begitu dekat. Mata mereka beradu. Bola mata Key memandang Hye Jin seolah menginginkan sesuatu dari gadis itu. Sebenarnya selama ini atau mungkin awal semenjak dia bertemu dengan Hye Jin, Key sudah mencintai gadis yang sekaligus fansnya itu. Dia benar-benar sangat menyayanginya. Chuuu--- Key mencium lembut bibir Hye Jin secara tiba-tiba. Mata Hye Jin terbelalak lebar, shock mendapat perlakuan tak terduga seperti ini dari Key. Key yang selama ini membuat hidupnya berwarna, Key yang seorang artis terkenal serta tampan mencium gadis biasa seperti dirinya. Sejenak kemudian Key melepaskan ciumannya, dan menatap Hye Jin dalam-dalam.
“Saranghae….jeongmal saranghae Hye Jin-ah. Sebenarnya ini semua hanya alasanku agar aku bisa bertemu denganmu. Aku sudah banyak memiliki lukisan diriku di asrama. Mungkin kau menganggap aku terlalu dini untuk menyatakan perasaanku padamu. Tapi aku yakin aku memang mencintaimu. Apa kau merasakan hal yang sama???”. Key selama ini sangatlah yakin kalau Hye Jin juga mencintainya, karena dia merasakan hal itu.
Hye Jin seakan melayang, mendengar ucapan Key. Benarkah??benarkah apa yang dia dengar tadi?? Key mencintainya. Jadi selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Terbesit rasa bahagia yang luar biasa di relung hatinya, tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama, kebahagiaan itu memudar secara perlahan ketika dia mengingat kondisi dirinya. Percuma, percuma untuk memulai cintaku dan Key sekarang. Pasti pada akhirnya cinta kita akan berakhir menyedihkan. Lebih baik, aku menolaknya daripada membuat Key terluka pada akhirnya.
“Apa kau mencintaiku???”. Tanya Key. Hye Jin memandang Key dalam-dalam.
“Tidak, aku sama sekali tidak mencintaimu. Mianhae”. Jawab Hye Jin dingin. Key terkejut, tidak menyangka perkiraan dia salah total, Lalu sikap perhatian Hye Jin padanya, sikap Khawatir Hye Jin yang di tujukan padanya akhir-akhir ini itu apa??Key yakin Hye Jin itu berbohong.
“Kau bohong, aku tahu kau mencintaiku..”. Key mengguncang pundak Hye Jin dan terus menatap gadis di depannya.
“Aku tidak bohong, aku bicara apa adanya”. Bulir-bulir air mata menata di pipi Hye Jin. Ingin sekali dia mengatakan kalau dia juga mencintainya, tapi itu semua percuma kalau akhirnya tidak bahagia.
“Kau benar-benar bohong padaku Hye Jin, lalu kenapa kau menangis??”. Key meninggikan suaranya emosinya sudah tidak bisa di bendung lagi, karena dia benci melihat orang membohongi perasaanya sendiri.
“SUDAH AKU BILANG AKU TIDAK MENCINTAIMU!!!!!”. Teriak Hye Jin dengan berlinang air mata. Hye Jin memandang Key, dia bisa melihat jelas bola mata Key di penuhi dengan cairan bening. Apakah dia menangis???Batin Hye Jin. tiba-tiba Hye Jin merasakan rasa sesak di dadanya. “Uhuk…uhuk…uhuk…”. Hye Jin batuk parah sambil terus membekap mulutnya. Key panik melihat gadis yang di cintainya seperti itu.
“Apa kau tidak apa-apa??”. Tanya Key. Hye Jin mengangguk tapi batuknya semakin lama semakin menjadi-jadi. Key yang tidak percaya kemudian dia memegang pergelangan tangan kanan Hye Jin yang membekap mulutnya. Hye Jin menggeleng dan sedikit berontak, namun sayang tenaga Hye Jin sangat lemah sehingga Key bisa membuka paksa bekapan tangannya di mulutnya. Key tertegun melihat mulut dan tangan Hye Jin yang berlumuran darah. Apa yang sebenarnya terjadi padanya??. Key memandang Hye Jin shock dan Hye Jin pun memandangnya seolah mata Hye Jin memberitahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Key dengan sigap mengambil ponsel di celananya, tangannya gemetar memencet tombol2 kecil itu. “Yoboseyo…aku membutuhkan ambulans sekarang…..”.
*********
Key duduk di kursi panjang yang terletak di sebuah koridor bangunan yang bercat serba putih. Dia meremas-remas tangannya karena perasaan khawatir yang mendera dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Hye Jin?? Kenapa batuknya mengeluarkan darah. Apa semua ini terjadi karena dirinya yang menyuruh Hye Jin pergi ke taman malam-malam hanya untuk melukis dirinya. Kalau iya, sampai matipun Key tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Pintu sebuah ruangan yang tak jauh dari Key terbuka, terlihat omma Hye Jin keluar dari ruangan itu kemudian berjalan menuju Key. Tanpa sepatah katapun, Omma Hye Jin duduk di sebelah Key. Pandangan ibu Hye Jin kosong dan terlihat sangat tertekan.
“Kamsahamnida, Kau sudah menolong Hye Jin di saat yang tepat. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Jika saat itu kau tidak ada disana”. Key diam tidak mengatakan apa-apa. “Hye Jin dulu adalah seorang gadis yang ceria, sangat active dan pintar. Dia menjadi favorit guru di sekolahnya. Semua temannya sangatlah menyukainya karena sifatnya yang begitu baik. Namun ketika dia kelas 3 smp Hye Jin sering sakit-sakitan dan pingsan. Aku pergi ke dokter untuk mengetahui kesehatannya tapi tak disangka penyakit Hye Jin bukan penyakit biasa tapi penyakit yang begitu mematikan”. Mendengar kata itu Key langsung melihat kearah ibu Hye Jin. namun ibu Hye Jin terus memandang lurus kedepan “ Dokter menyatakan bahwa Hye Jin mengidap Leukimia dan mevonis hidupnya hanya bertahan selama tiga tahun kedepan. Dan kau tahu tahun ini tepat 3 tahun dia mengidap Leukimia”.
“Leukimia….!!!!!!” Tanyanya. Mata Key terbelalak, Leukimia???Benarkah Hye Jin mengidap penyakit yang memtikan itu. Tidak mungkin ini pasti hanya mimpi buruk. Batinnya.
“Iya Leukimia. Sejak saat itu dia menjadi gadis yang pendiam dan suka mengurung diri di kamar. Terlihat sekali dia tidak mempunyai semangat untuk hidup. Namun perubahan sifatnya itu tidak bertahan lama ketika dia melihat SHINee di televisi, khususnya kau Key-ssi. Setiap minggu dia rutin melihat variety show kalian, dan saat itu juga untuk pertama kali aku melihat putriku kembali tertawa sejak vonis itu. SHINee dan Khususnya kau merupakan sebuah penyemangat hidupnya. Kau mungkin setengah dari nyawa Hye Jin yang hilang. Begitu senangnya saat dia bertemu denganmu akhir-akhir ini, sempat terjadi pertengkarn kecil antara aku dan putriku, karena aku tidak mengijinkan dia malam-malam ketaman hanya untuk melukismu. Hye Jin murung dan terlihat sedih akhirnya aku mengijinkannya walaupun aku masih khawatir. Dan satu lagi perasaan kagum dia berubah menjadi perasaan cinta padamu Key-ssi, putriku sama sekli tidak berharap kau juga mencintainya dia hanya….”.
“Aku mencintainya, sangat mencintainya……” Kata Key tanpa ragu. Ibu Hye Jin terperangah ketika dia mendengar Key mengatakan kalau dia juga mencintai putrinya, sungguh diluar dugaannya.
Di sisi lain Hye Jin duduk, di ranjang. Dia mengenakan pakaian rumah sakit berwarna biru, wajahnya terlihat sangat pucat dan kulit mata yang menghitam, benar-benar terlihat sangat tidak sehat. Hye Jin menghel nafas panjang. Baru beberapa hari yang lalu dia keluar dari rumah sakit sekarang kembali lagi. Memang selama tiga tahun Ini hidupnya tergantung dengan obat dan jarum infuse. Mungkin sampai ajal menjemputnya dia akan hidup seperti ini. Pintu kamarnya terbuka, Hye Jin melihat sosok Key yang berjalan menghampirinya dan duduk di dekatnya. Key tersenyum kecil padanya.
“Apa kau merasa lebih baik?”. Hye Jin mengangguk dan berusaha tersenyum.
“Pasti Omma sudah menceritakan semuanya tentang kondisiku yang sebenarnya padamu”. Kata Hye Jin, Namun Key hanya diam tidak mengatakan apa-apa, “Ya, beginilah keadaanku sangatlah terlihat lemah dan tidak berdaya. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan terus bertahan hidup. Apa kau tahu, akhir-akhir ini aku merasa bahwa aku sangat dekat dengan pintu kematian. Mungkin saja besok aku tidak akan terbangun lagi…..”
“Ya!!! Hye Jin-ah jangan berkata seperti itu, kau harus sembuh mengerti. Aku tahu kau juga mecintaiku. Ommamu menceritkan semuanya padaku, jadi sekarang kau tidak bisa menyembunyikan apapun kepadaku termasuk perasaanmu. Kita mulai semuanya dari sekarang….”. Key tersenyum lebar sambil mengenggam tangan Hye Jin, tapi Hye Jin malah pasang tampang sedih.
“Itu semua percuma Key, pada akhirnya kita tidak bisa bersama selamanya. Kau tahu aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini. kau juga tahu itu lihat kondisiku sekarang semakin parah…”. Ucap Hye Jin dengan berlinang air mata. Di juga ingin seperti gadis seumuran dia yang punya pacar dan pergi kencan di tiap akhir minggu dengan orang yang dicintainya.
Key merengkuh tubuh Hye Jin dan mendekapnya erat “Tidak ada kata percuma Hye Jin-ah. Aku akan selalu ada untukmu. Aku akan memberimu kekuatan atau kalau perlu aku ingin Tuhan mengambil setengah umurku untukmu. Berjuanglah Hye Jin, Demi aku khsusnya demi Omma dan teman-temanmu…”. Hye Jin masih terus menangis dalam pelukan Key. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa. “Apa kau mengerti??”. Hye Jin mengangguk pelan “Anak pintar hehehe….” Key melepas pelukannya dan memegang kedua pundaknya “Sekarang katakan padaku apa kau mecintaiku?Jangan berbohong lagi karena aku sudah tahu semuanya”. Senyum mengembang di bibir Key.
“Ne…aku juga mencintaimu sangat mencintaimu…”. Mendengar ucapan Hye Jin Key kembali memeluk Hye Jin dan tersenyum. Sampai kapan pun aku akan selalu ada untukmu. Saranghae Hye Jin, betahanlah….Ucap Key dalam hati.
Mulai sejak itulah kisah asmara Key dan Hye Jin berjalan. Hye Jin menemukan semangat hidupnya kembali dan menghabiskan waktu luangnya dirumahsakit dengan melukis. Dan tentunya dengan objek yang sama yaitu Key idolanya yang sekarang menjadi pacarnya. Key keksihnya sesibuk apapun dia selalu menyempatkan diri untuk menjenguknya walaupun hanya dalam hitungan menit. Selain Key yang menjenguknya, Onew, Taemin, Minho dan Jongyun juga sering menjenguknya. Malah sekarang Hye Jin dan empat member lainnya sangat dekat. Soo Yun sahabatnya juga tidak ketinggalan malah dia sering menginap d rumah sakit untuk menjaganya dan menggantikan ommanya. Tidak terasa hari ini sudah menginjak bulan februari, tanggal 13 tidak terasa hamper satu bulan Hye Jin dirawat dirumah sakit. Malam ini adalah malam valentine. Ingin sekali Hye Jin membuatkan kue coklat kepada Key seperti gadis lainnya kepada pacar mereka. Tapi lagi-lagi keadaan yang membuat semuanya tidak terwujud. Hye Jin terus melukis dan melukis walaupun batuk yang deritanya semakin parah serta semakin banyak darah pula yang dikeluarkan. Jujur walaupun dirawat dirumah sakit Kondisi Hye Jin sama sekali kemajuan malah mengalami kemunduran. Key seharian ini sama sekali tidak menjenguknya, dia sangat merindukannya saat ini. Detik kemudian Pintu kamar terbuka…”.
“Omo…Onew Oppa. Sedang apa kau disini??
“Jangan banyak Tanya heheheh, Hye Jin-ah, Sekarang kau ikut dengan kami”. Kata Onew
“Iya Nuna, kau harus ikut jangan membantah”. Ternyata selain Onew , Taemin juga ikutan. Mereka berdua mulai membopong Hye Jin secara perlahan. Hye Jin bingung mau dibawa kemana dia.
“Tapi kalian harus ijin dokter dan ommaku dulu”.
“Aigoo…mereka semua sudah mengijinkan kami. Sudahlah kau ikut saja”. Ujar Onew.
Ya dengan keraguan yang amat besar Hye Jin menuruti perintah kedua orang aneh ini. Sekarang sudah tidak ada infuse di tangannya dan tentunya ini semua hanya sementara. Hye Jin sekarang ada di dalam mobil bersama dengan dua orang yang aneh bin ajaib ini. Mata Hye Jin sekarang agak kabur tiap melihat orang yang jaraknya agak jauh dengannya. Mobil yang dikendarai mereka perlahan berhenti di sebuah salon. Hye Jin sepuluh kali lipat bingungnya, untuk apa mereka membawanya kesalon.
“Ya!! Buat apa kita ke salon???”. Tanyaku heran, eh mereka berdua malah cengengesan. Onew menggandengnya dan membawa dia masuk kedalam. Tidak ada seorangpun di salon itu hanya ada mereka bertiga dan beberapa orang pegawai saja.
“Tolong,, percantik dia hehehe”. Perintah Onew.
Salah satu pegawai itu mengangguk, sedangkan di sisi lain Taemin memberikan sebungkus tas berwarna pink kepada peñata Rias itu. Dengan di dudukan secara paksa, peñata rias itu sudah mulai me make over wajah Hye Jin. Tadi wajanhnya yang terlihat pucat berubah menjadi cerah dan bersinar. Onew dan Taemin menunggu sambil membaca Koran. Lima belas menit berlalu akhirnya acara make upnya sudah selesai, selanjutnya penata rias itu membawaku ke suatu tempat dan membawa bingkisan yang diberikan oleh Taemin. Disuruhnya Hye Jin untuk ganti. Dengan ragu Hye Jin mulai membuka bingkisan itu. Omo…Bukankah ini baju pengantin, apa lagi yang dipikirkan dua orang aneh itu. Baiklah aku akan memakainya. Pikirnya. Setelah Hye Jin selesai memakai baju pengantin. Hye Jin masih di dandani untuk rambutnya dan di berikan sebuah buket mawar putih di tangannya. Hye Jin benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. akhirnya Hye Jin keluar dari ruangan itu dan lagi-lagi pemandangan aneh di lihatnya, Onew dan Taemin yang tadi memakai kaos biasa sekarang berubah dengan memakai Jass. Terbesit dalam benak Hye Jin, apakah dia akan menikah sekarang???

TBC ....^^

Views: 149

Comment

You need to be a member of Twatter to add comments!

Join Twatter

© 2017   Created by Gary Glitter.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service